Mulyanti’s Blog

materinya Bu (proposal skripsi)

Nama                                                             : M.Irfansyah (01006348)

M.S.Gufron (01006308)

Mudani Octavianus (01006336)

.

.

Judul                                                              : Efektifitas Undang-Undang Nomor 18

Tahun 2008 Tentang Bagaimana

Kedisiplinan Mahasiswa Dalam

Membuang Sampah Di Universitas

Trisakti

Efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah di Lingkungan Universitas Trisakti

  1. Latar Belakang

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari , seseorang pasti menghasilkan sampah.Baik dihasilkan oleh orang per orangan maupun oleh pabrik  . Begitupun dalam lingkungan Universitas Trisakti . Banyak sekali sampah yang dihasilkan , biasanya dapat berupa sampah organic maupun sampah non organik . Sampah organic itu adalah sampah yang tidak membutuhkan waktu lama untuk menguraikannya seperti kaleng sisa minuman ringan yang banyak di konsumsi oleh para mahasiswa , plastik-plastik bekas makanan , ataupun streroform yang biasanya digunakan sebagai tempat para mahasiswa membawa makanannya . Sedangkan sampah non organic adalah sampah yang membutuhkan waktu lama untuk dapat menguraikannya , seperti sampah – sampah sisa makanan .Yang dimaksud dengan sampah di sini yaitu

sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat

sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008        tentang Pengelolaan sampah .

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang perlu mendapat perhatian .Dalam ruang lingkup Universitas Trisakti , sampah juga merupakan salah satu masalah utama . Permasalahan sampah tersebut semakin kompleks dalam kaitannya dengan pengelolaannya karena , kuantitasnya semakin meningkat , semakin bervariasi jenis komposisinya , keterbatasan sumber dana bagi pelayanan umum , dampak perkembangan ekonomi dan juga semakin tingginya aktivitas-aktivitas merupakan sumber potensial adanya sampah .Di lingkungan universitas Trisakti , dalam fakultas hukum saja bisa menghasilkan 2o tong sampah setiap harinya . Berarti kalo di dalam satu lingkungan Trisakti yang terdiri atas 9 fakultas maka akan menghasilkan 180 tong sampah per hari nya . Dengan jumlah sampah yang per harinya mencapai 180 tong , maka dapat dipastikan jumlah tersebut sangatlah diatas rata-rata . Salah satu factor penyebab banyaknya sampah yang dihasilkan per harinya adalah karena jumlah mahasiswa dan mahasisiwi yang sangat banyak , bahkan mencapai ribuan mahiswa dan mahasiswi perharinya .Kehadiran sampah merupakan hal yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan pencemaran apabila daya asimilasi alam tidak mampu lagi mendukungnya . Selain itu sampah juga dapat menjadi perantara timbulnya suatu penyakit . Selain dapat menimbulkan berbagai macam bibit penyakit , dari segi estetika sampah akan menjadi hal terburuk yang merusak pemandangan serta menimbulkan bau tidak sedap .

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola perkotaan adalah penanganan masalah persampahan . Berdasarkan data BPS tahun 2002 ,  dari 384 kota yang ada di Indonesia , yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari , penanganan sampah yang diangkut ke dan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir sebesar 4,2% yang dibakar sebesar 37,6 % yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 % ( Bappenas , 2003 ) .

Oleh karena itu sampah harus di kelola dengan sebaik-baiknya , berdasarkan Pasal 2 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008, sampah yang dikelola terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik. Sampah rumah tangga berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah sejenis sampah rumah tangga berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya. Sampah spesifik meliputi:

a. sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun;
b. sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun;
c. sampah yang timbul akibat bencana;
d. puing bongkaran bangunan;
e. sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan/atau
f. sampah yang timbul secara tidak periodik.

Pertambahan penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan telah menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari . Hal tersebut bertambah sulit karena keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) sampah . Pengangkutan sampah ke TPA juga terkendala karena jumlah kendaraan yang kurang mencukupi dan kondisi peralatan yang telah tua . Masalah lainnya adalah pengelolaan TPA yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang ramah lingkungan .

Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah . Disamping itu , pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dan menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam , antara lain , sampah kemasan yang berbahaya dan / atau sulit diurai oleh proses alam .

Sebagaimana di jelaskan dalam UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yaitu pada pasal 4 bahwa

Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya .

Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah . Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan , misalnya , untuk energy , kompos , pupuk ataupun untuk bahan baku industri . Pengelolaan sampah dengan paradigma baru tersebut dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah . Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan , penggunaan  kembali , dan pendauran ulang . Sedangkan , kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan , pengumpulan , pengangkutan , pengolahan , dan pemroses akhiran .

Pasal 28 H ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tuhan 1945 memberikan hak kepada setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat . Undang-Undang tersebut memberikan konsekuensi bahwa pemerintah wajib memberikan pelayanan public dalam pengelolaan sampah . Hal itu membawa konsekuensi hukum bahwa pemerintah merupakan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab di bidang pengelolaan dapat bermitra dengan badan usaha . Selain itu organisasi persampahan ,  dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang persampahan dapat juga diikut sertakan dalam kegiatan pengelolaan sampah .

Untuk mengatasi masalah sampah di dalam maupun di luar lingkungan Universitas Trisakti , yang dibutuhkan disini adalah kesadaran seseorang untuk membuang sampah pada tempatnya . Tanpa adanya kesadaran seseorang , masalah sampah ini tidak akan dapat diselesaikan . Selain di perlukan kesadaran yang timbul dari dalam diri seseorang , Pemerintah juga mengeluarkan aturan mengenai sampah yang direalisasikan dalam bentuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah .

Di dalam penelitian yang akan dilakukan oleh penulis , akan di ambil beberapa hala yang dapat diangkat menjadi pertanyaan besar di dalam lingkungan Universitas Trisakti , yakni : bagaimana efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah terhadap masalah sampah di lingkungan Universitas Trisakti , apa aampak yang terjadi dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengeloalaan Sampah  terhadap masalah sampah di lingkungan Universitas Trisakti .

Sehubungan dengan maksud dilakukannya penelitian tentang masalah tersebut , maka dikemukakan judul penelitian berikut :

“ Efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah

Di Lingkungan Universitas Trisakti “

  1. Pokok Permasalahan

Dalam penelitian ini akan di kemukakan perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang  Sampah di lingkungan Universitas Trisakti ?
  2. Apa dampak yang terjadi dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah  terhadap masalah kedisiplinan mahasiswa dalam membuang sampah di lingkungan Universitas Trisakti ?
  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian tersebut di atas , di bawah ini di kemukakan tujuan

penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menegetahui efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah di lingkungan Universitas Trisakti .
  2. Untuk mengetahui akibat yang terjadi dngan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah di lingkungan Universitas Trisakti .
  1. Metode Penelitian

1.Obyek Penelitian

Metode penelitian hukum merupakan suatu kegiatan yang ilmiah yang didasarkan pada metode sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satau atau beberpa gejala hukum tertentu , dengan jalan menganalisanya dengan melakukan penelitian yang mendalam terhadap fakta hukum tersebut untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan yang timbul dalam gejala yang bersangkutan .

Dalam melakukan kegiatan penelitian dengan menggunakan metode atau cara sebagai berikut :

  1. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah tipe penelitian empiris atau sosiologis , yaitu dimaksudkan bahwa hukum sebagai suatu yang nyata karena merupakan gejala social ( fenomena masyarakat ) dan tempatnya adalah didalam realita .

  1. Sifat Penelitian

Sifat penelitian ini adalah deskriptif , yakni penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia , keadaan atau gejala-gejala lainnya . Maksudnya adalah terutama untuk mempertegas hipotesa-hipotesa agar dapat membantu didalam meperkuat teori-teori lama atau di dalam kerangka menyusun teori-teori baru Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah .

2.Data dan Sumber Data

Berdasarkan jenis dan bentuknya, data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui observasi (pengamatan peneliti dengan bantuan kamera). Namun demikian, untuk melengkapi atau mendukung analisis data primer, tetap diperlukan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan.

Data kepustakaan digolongkan dalam dua bahan hukum, yaitu bahan-bahan hukum primer dan bahan-bahan hukum sekunder. Bahan-bahan hukum primer meliputi produk lembaga legislative , yang dimaksud disini dengan produk legislative meliputi peraturan perundang-undangan . Dalam hal ini , bahan hukum yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah .

3.Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam usaha mencapai tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan studi lapangan atau field research , artinya metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data dasar atau data primer sebagai sumber penulisan skripsi ini. Metode penelitian dengan studi lapangan adalah metode yang dilakukan dengan cara malakukan observasi , wawancara maupun dengan membuat kuisioner untuk mengidentifikasi hukum dan untuk mengetahui efektifitas hukum yang berkaitan dengan ruang lingkup permasalahan dan literatur-literatur lainnya yang menunjang pembahasan masalah .

4.Analisis Data

Data hasil penelitian ini dianalisis secara kualitatif, artinya observasi dan studi kepustakaan dianalisis secara mendalam, holistic, dan komprehensif. Penggunaan metode analisis secara kualitatif didasarkan pada pertimbangan, yaitu pertama data yang dianalisis beragam, memiliki sifat dasar yang berbeda  antara satu dengan yang lainnya, serta tidak mudah untuk dikuantitatifkan. Kedua, sifat dasar data yang dianalisis adalah menyeluruh (comprehensive) dan merupakan satu kesatuan bulat (holistic). Hal ini ditandai dengan keanekaragaman datanya serta memerlukan informasi yang mendalam (indepth information). Selanjutnya, data observasi dan studi kepustakaan yang telah diperoleh Peneliti dianalisis dengan cara membandingkan antara teori dan praktek pada lapangan.

5.Cara Penarikan Kesimpulan

Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan logika deduktif-induktif, artinya adalah metode menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan-pernyataan yang sifatnya umum. Metode ini dilakukan dengan cara menganalisis pengertian atau konsep-konsep umum barulah menarik kesimpulan yang bersifat khusus.

  1. Kerangka Konsepsional

Penelitian ini akan menggunakan beberapa konsep dan pengertian mengenai istilah dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan peraturan-peraturan lain yang berhubungan dengan obyek penelitian . Konsep yang berkaitan dengan pengelolaan sampah di lingkungan Universitas Trisakti , sebagaimana yang telah tercantum dalam peraturan perundang-undangan .

Guna menghindari perbedaaan interpretasi mengenai istialah-istialah yang digunakan dalam penelitian , maka diperlukan definisi operasional mengenai istilah-istilah sebagai berikut :

1 . Sampah yaitu sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah .

2 . Pengelolaan sampah bertujuan  untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya .

Crazy Rabbit Winks enjoy aja bu,,,!!! hehehehe..Crazy Rabbit Winks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

October 2014
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: